Masjid Agung Demak
Juga dikenal sebagai: Demak Great Mosque
masjid di Indonesia
Info utama
- Dibangun
- 1479
- Arsitek
- Sunan Kalijaga
- Vakıf/Kurum
- Raden Patah
🧭 Apa saja fasilitas masjid ini?
Jika pernah ke sana, tandai yang Anda lihat; info yang terkonfirmasi ditampilkan dan dipakai untuk filter.
Ringkasan
Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.
Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.
Demak Great Mosque (Indonesian: Masjid Agung Demak) stands in the centre of the town of Demak in Central Java, Indonesia, and is considered one of the oldest mosques in the country. It is located on Jalan Kyai Singkil. Our records name Sunan Kalijaga as its architect and Raden Patah, the first ruler of the Demak Sultanate, as its patron. Sources associate the mosque with the Wali Songo, the nine saints credited with spreading Islam in Java, of whom Sunan Kalijaga is the most prominent.
Sejarah
Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.
Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.
According to the database record, the mosque was built in 1479. Sources state that it is believed to have been constructed in the 15th century, during the reign of Raden Patah, the first ruler of the Demak Sultanate, by the Wali Songo, with Sunan Kalijaga as the leading figure. The sources present this attribution as a belief rather than as a firmly documented fact.
Dari Wikipedia
Masjid Agung Demak (abjad Pegon: مَسْجِد اَڮَوڠ دَمَق) adalah salah satu kompleks masjid tertua yang berada di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Masjid ini diyakini dibangun oleh Wali Sanga–penyebar agama Islam di Pulau Jawa–dengan sosok yang paling menonjol Sunan Kalijaga, pada masa penguasa Kesultanan Demak pertama, Raden Patah pada abad ke-15.
Di dalam lokasi kompleks masjid ini, terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak termasuk di antaranya adalah Raden Patah yang merupakan raja pertama Kesultanan Demak dan para abdinya. Di kompleks ini juga terdapat museum–Museum Masjid Agung Demak–yang berisi berbagai hal mengenai riwayat berdirinya masjid ini.
Dindingnya berasal dari keramik Vietnam. Dengan bentuknya yang berasal dari konvensi ukiran kayu dan batu bata Jawa, yang dianggap telah dipesan secara khusus. Penggunaan keramik daripada batu dianggap meniru masjid-masjid Persia. Masjid Agung Demak Ini merupakan Pusat dari Keraton Demak Bintoro dengan ditandai adanya singgasana Majapahit dan kayu jati Soko Guru, pendopo kerajaan Majapahit yang digunakan di Masjid ini.
Sumber: Wikipedia, artikel “Masjid Agung Demak”; dikutip tanpa perubahan di bawah lisensi CC BY-SA 4.0. Baca selengkapnya di Wikipedia ↗ · CC BY-SA 4.0
Sumber
Wikipedia (ar): https://ar.wikipedia.org/wiki/%D9%85%D8%B3%D8%AC%D8%AF_%D8%AF%D9%85%D8%A7%D9%83_%D8%A7%D9%84%D9%83%D8%A8%D9%8A%D8%B1
Wikipedia (en): https://en.wikipedia.org/wiki/Demak_Great_Mosque
Wikipedia (fr): https://fr.wikipedia.org/wiki/Grande_Mosqu%C3%A9e_de_Demak
Wikipedia (id): https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Agung_Demak
Wikipedia (ru): https://ru.wikipedia.org/wiki/%D0%9C%D0%B5%D1%87%D0%B5%D1%82%D1%8C_%D0%90%D0%B3%D1%83%D0%BD%D0%B3_%D0%94%D0%B5%D0%BC%D0%B0%D0%BA
Wikipedia (ur): https://ur.wikipedia.org/wiki/%D8%B9%D8%B8%DB%8C%D9%85_%D8%AF%D9%85%D8%A7%DA%A9_%D9%85%D8%B3%D8%AC%D8%AF