Lewati ke konten
MasjidAtlas أطلس المساجد

Foto: Rahmat Irfan Denas · CC BY-SA 3.0 · Wikimedia Commons ↗

Masjid Raya Ganting

masjid di Indonesia

Petunjuk arah

Info utama

Dibangun
1866
🧭 Apa saja fasilitas masjid ini?

Jika pernah ke sana, tandai yang Anda lihat; info yang terkonfirmasi ditampilkan dan dipakai untuk filter.

Masuk untuk menandai

Ringkasan

Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.

Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.

The Ganting Grand Mosque (Indonesian: Masjid Raya Ganting) is a Sunni mosque at Jalan Ganting Nomor 1 in Padang, West Sumatra. Our record dates its construction to 1866, and the building is described as neoclassical in style. The single-storey mosque remains in use for prayer and religious education, and it also serves the community as a pesantren. It is listed as a Cultural Property of Indonesia and is a destination for visitors.

Sejarah

Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.

Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.

During the 19th century the mosque was a centre of Islamic reform in the area. People from several cultural backgrounds took part in its construction.

In 1942 the future Indonesian president Sukarno spent a period of exile at the mosque. The building was severely damaged by earthquakes between 2005 and 2009.

Dari Wikipedia

Masjid Raya Ganting (atau ditulis dan dilafalkan Gantiang dalam bahasa Minang) adalah masjid peninggalan abad ke-19 yang terletak di Kampung Ganting, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Tercatat sebagai masjid tertua di Padang, cikal bakal masjid ini berawal dari sebuah surau di Seberang Padang, daerah permukiman awal dalam sejarah Padang. Arsitekturnya merepresentasikan akulturasi etnis-etnis yang ada di Padang dengan pengaruh Neoklasik dari Eropa yang dominan pada bagian fasad.

Berada di kawasan yang dulunya merupakan pusat kota, Masjid Raya Ganting sempat menjadi masjid terbesar di Minangkabau pada awal abad ke-20. Masjid ini telah berkontribusi dalam pengembangan dakwah Islam, menjadi tempat perdebatan wacana keislaman di Minangkabau, hingga berperan pada masa genting ketika Sumatera Barat diduduki oleh tentara Jepang. Pamornya meredup pasca-pergolakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) disusul kehadiran masjid besar baru seperti Masjid Nurul Iman dan Masjid Taqwa Muhammadiyah.

Bangunan Masjid Raya Ganting terpelihara dengan baik walaupun sempat mengalami kerusakan akibat gempa bumi tahun 2005 dan 2009. Masjid ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah daerah dan menjadi daya tarik wisata di Kota Padang.

Sumber: Wikipedia, artikel “Masjid Raya Ganting”; dikutip tanpa perubahan di bawah lisensi CC BY-SA 4.0. Baca selengkapnya di Wikipedia ↗ · CC BY-SA 4.0

Sumber
Terakhir diperbarui: 29 Oktober 2026 30 dilihat

Tambah ke daftar

Tambah foto

Foto ditambahkan setelah ditinjau editor.

Sarankan koreksi

Masjid Raya Ganting