Lewati ke konten
MasjidAtlas أطلس المساجد

Foto: Crisco 1492 · CC BY-SA 3.0 · Wikimedia Commons ↗

Bersejarah

Masjid Agung Kraton Surakarta

masjid di Indonesia

Petunjuk arah

Info utama

Dibangun
1768
🧭 Apa saja fasilitas masjid ini?

Jika pernah ke sana, tandai yang Anda lihat; info yang terkonfirmasi ditampilkan dan dipakai untuk filter.

Masuk untuk menandai

Ringkasan

Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.

Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.

The Great Mosque of Surakarta (Indonesian: Masjid Agung Surakarta; Javanese: Masjid Ageng Karaton Surakarta Hadiningrat) is an 18th-century Javanese mosque in the city of Surakarta, Central Java, Indonesia. It is known as the royal mosque of the Surakarta Sunanate. The mosque is used for congregational prayers as well as for Friday and Eid prayers, and it is described as having served as a centre of religious life for the people of the realm to which it belonged. It stands on Jalan K.H Hasyim Ashari.

Sejarah

Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.

Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.

According to the available sources, construction of the mosque began in 1763 under Sunan Pakubuwono III. The building was completed in 1768.

Dari Wikipedia

Masjid Agung Kraton Surakarta (nama resmi: bahasa Jawa: ꦩꦱ꧀ꦗꦶꦢ꧀ꦄꦒꦼꦁꦏꦫꦠꦺꦴꦤ꧀ꦱꦸꦫꦏꦂꦠꦲꦢꦶꦤꦶꦔꦿꦠ꧀, translit. Masjid Agěng Karaton Suråkartå Hadiníngrat) pada masa pra-kemerdekaan adalah masjid agung milik kerajaan (Surakarta Hadiningrat) dan berfungsi selain sebagai tempat ibadah juga sebagai pusat syiar Islam bagi warga kerajaan.

Masjid Agung dibangun oleh Sunan Pakubuwono III tahun 1763 dan selesai pada tahun 1768. Hal ini dapat diketahui dari prasasti yang terdapat di dinding luar ruangan utama masjid. Masjid ini merupakan masjid dengan katagori masjid jami', yaitu masjid yang digunakan untuk salat berjemaah dengan ukuran makmum besar (misalnya salat Jumat dan salat Ied). Dengan status sebagai masjid kerajaan, masjid ini juga berfungsi mendukung segala keperluan kerajaan yang terkait dengan keagamaan, seperti grebeg, sekaten, dan maulid nabi.

Raja (Sunan) Surakarta berfungsi sebagai panatagama (pengatur urusan agama) dan masjid ini menjadi pelaksana dari fungsi ini. Semua pegawai masjid diangkat menjadi abdi dalem kraton, dengan gelar seperti Kanjeng Raden Tumenggung Penghulu Tafsiranom (untuk penghulu) dan Lurah Muadzin untuk juru adzan.

Sumber: Wikipedia, artikel “Masjid Agung Keraton Surakarta”; dikutip tanpa perubahan di bawah lisensi CC BY-SA 4.0. Baca selengkapnya di Wikipedia ↗ · CC BY-SA 4.0

Sumber
Terakhir diperbarui: 28 Oktober 2026 2 dilihat

Tambah ke daftar

Tambah foto

Foto ditambahkan setelah ditinjau editor.

Sarankan koreksi

Masjid Agung Kraton Surakarta