Lewati ke konten
MasjidAtlas أطلس المساجد

Foto: Lany pirna · CC BY-SA 4.0 · Wikimedia Commons ↗

Masjid Agung Manonjaya

cagar budaya di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia; masjid di Indonesia

Petunjuk arah

Info utama

Dibangun
1832
🧭 Apa saja fasilitas masjid ini?

Jika pernah ke sana, tandai yang Anda lihat; info yang terkonfirmasi ditampilkan dan dipakai untuk filter.

Masuk untuk menandai

Ringkasan

Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.

Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.

Manonjaya Grand Mosque is a historic mosque in West Java, Indonesia, located on Jalan Raya Manonjaya in the Cibeureum area. Our records date its construction to 1832, and it is classed within Islamic architecture. Sources give its area as 1,250 square metres and describe it as one of the older mosques of the region. It is listed among Indonesia's protected cultural properties.

Sejarah

Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.

Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.

The mosque is recorded as having been built in 1832. In 1975 the Indonesian government designated it, together with the Great Mosque of Sumedang, as an important part of the country's Islamic cultural heritage. The decree was issued by the Archaeology Board of Indonesia on 1 September 1975, citing the Antiquities Law.

Dari Wikipedia

Masjid Agung Manonjaya adalah masjid yang terletak di Desa Manonjaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bagian utara dan selatan masjid berbatasan dengan jalan raya. Sedangkan bagian timur berbatasan dengan Sekolah Dasar dan alun-alun. Luas lahannya seluas 6159 m2 dengan keadaan tanah mengandung pasir dengan ketinggian 1 meter dari permukaan tanah yang datar. Masjid Agung Manonjaya berbentuk persegi. Sekeliling masjid dikeilingi oleh pagar tembok. Arah masjid menghadap ke timur dengan pintu masuk halaman masjid terdapat di timur, utara, dan selatan. Pondasi masjid sangat padat dengan lantai dari tegel berwarna merah sedangkan lantai di depan mihrab dilapisi karpet hijau. Pada bagian timur terdapat penarnpil serambi yang menuju ke ruang salat dan menghubungkan koridor serambi. Masjid Agung Manonjaya juga punya pawestren, gudang, dan perpustakaan. Pemerintah sudah menetapkan Masjid Manonjaya yang memiliki luas 1.250 meter persegi ini menjadi kawasan cagar budaya. Ketetapan pemerintah itu dikeluarkan oleh Badan Arkeologi RI yang merujuk UU Kepurbakalaan pada 1 September 1975 bersama dengan Masjid Agung Sumedang.

Sumber: Wikipedia, artikel “Masjid Agung Manonjaya”; dikutip tanpa perubahan di bawah lisensi CC BY-SA 4.0. Baca selengkapnya di Wikipedia ↗ · CC BY-SA 4.0

Sumber
Terakhir diperbarui: 28 Oktober 2026 3 dilihat

Tambah ke daftar

Tambah foto

Foto ditambahkan setelah ditinjau editor.

Sarankan koreksi

Masjid Agung Manonjaya