Lewati ke konten
MasjidAtlas أطلس المساجد

Foto: Mugikun · CC BY-SA 4.0 · Wikimedia Commons ↗

Masjid Agung Nurul Islam

masjid di Indonesia

Petunjuk arah

Info utama

Dibangun
1952
🧭 Apa saja fasilitas masjid ini?

Jika pernah ke sana, tandai yang Anda lihat; info yang terkonfirmasi ditampilkan dan dipakai untuk filter.

Masuk untuk menandai

Ringkasan

Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.

Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.

The Nurul Islam Great Mosque, also known as the Sawahlunto Great Mosque, stands in the Kubang area of North Sirakuak, Lembah Segar District, in the town of Sawahlunto, West Sumatra. It lies about 150 metres from the Sawahlunto Railway Museum. The building began as a steam power plant from the Dutch colonial period and now serves as a mosque. Its former chimney functions as a minaret, and the main building has a large central dome surrounded by four smaller ones. The two-story mosque is used for worship and also for the religious education of the surrounding community.

Sejarah

Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.

Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.

The building was constructed in 1894, during the Dutch colonial period, as a steam power plant. In 1952 its function changed and it became a mosque. The chimney was reused as a minaret, and a 10-metre dome was added.

Beneath the main building lies a foxhole that was used for assembling weapons such as hand grenades and mortars.

Dari Wikipedia

Masjid Agung Nurul Islam atau juga dikenal sebagai Masjid Agung Sawahlunto adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang terletak di Kelurahan Kubang Sirakuak Utara, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Lokasinya berjarak sekitar 150 meter dari Museum Kereta Api Sawahlunto.

Masjid yang dibangun pada masa penjajahan Belanda ini pada awalya merupakan bangunan pusat pembangkit listrik bertenaga uap. Bangunan itu dibangun pada tahun 1894 dan berubah fungsi menjadi masjid sejak tahun 1952, sementara cerobong asapnya kemudian dijadikan sebagai menara dengan tambahan kubah setinggi 10 meter.

Bangunan utama masjid ini berukuran 60 × 60 meter dan memiliki satu kubah besar di tengah yang dikelilingi oleh empat kubah dengan ukuran yang lebih kecil. Di bawah bangunan masjid terdapat lubang perlindungan yang sempat dipakai untuk tempat merakit senjata, granat tangan, dan mortir.

Saat ini selain berfungsi sebagai tempat ibadah umat Islam, masjid berlantai dua ini juga digunakan sebagai sarana pendidikan agama bagi masyarakat sekitar.

Sumber: Wikipedia, artikel “Masjid Agung Nurul Islam”; dikutip tanpa perubahan di bawah lisensi CC BY-SA 4.0. Baca selengkapnya di Wikipedia ↗ · CC BY-SA 4.0

Sumber
Terakhir diperbarui: 28 Oktober 2026 7 dilihat

Tambah ke daftar

Tambah foto

Foto ditambahkan setelah ditinjau editor.

Sarankan koreksi

Masjid Agung Nurul Islam