Lewati ke konten
MasjidAtlas أطلس المساجد

Foto: Chainwit. · CC BY-SA 4.0 · Wikimedia Commons ↗

Masjid Sultan

Juga dikenal sebagai: Masjid Sultan

masjid di Singapura

Petunjuk arah

Info utama

Dibangun
1932
Arsitek
Swan & Maclaren Architects
Kapasitas
5.000 orang
🧭 Apa saja fasilitas masjid ini?

Jika pernah ke sana, tandai yang Anda lihat; info yang terkonfirmasi ditampilkan dan dipakai untuk filter.

Masuk untuk menandai

Ringkasan

Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.

Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.

Masjid Sultan (Sultan Mosque) stands in the Kampong Glam district of Singapore's Rochor planning area, between Muscat Street and North Bridge Road. It is regarded as one of the most important mosques in the country. The present building was designed by Swan & Maclaren Architects and is recorded as showing an Indian Gothic style. It is dated to 1932 and has a capacity of about 5,000 worshippers. In Singapore it is protected as a national monument.

Sejarah

Konten ini belum tersedia dalam bahasa Anda.

Teks ini disusun dengan bantuan AI dari informasi bersumber dan belum ditinjau editor. Mohon laporkan jika ada kesalahan.

The mosque traces its origins to a first mosque associated with Sultan Hussain Shah of Johor, dating to 1824. In the early 1900s Singapore became a centre of Islamic trade, culture and art. The old mosque grew too small for the thriving community, and the mosque trust planned a new building.

On 14 March 1975 Sultan Mosque was declared a national monument of Singapore. Today it is administered by the Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS).

Dari Wikipedia

Masjid Sultan adalah sebuah masjid yang terletak di Kampong Glam, Distrik Rochor, Singapura. Posisi bangunan masjid berada di antara Muscat Street dan North Bridge Road. Modal yang digunakan untuk pembangunan Masjid Sultan berasal dari bantuan Thomas Stamford Raffles yang juga memberikan izin kepada penduduk muslim untuk bermukim di wilayah Kampong Glam. Pembangunan Masjid Sultan berlangsung selama masa pemerintahan Sultan Hussain Syah dari Kesultanan Johor. Pelaksana pembangunannya ialah Temanggung Abdul Rahman selaku kepala Pulau Singapura. Masjid Sultan mulai dibangun sejak tahun 1824 dan selesai pada tahun 1826. Pengelolaan Masjid Sultan diserahkan kepada cucu Sultan Hussain Syah yang bernama Alauddin Syah hingga tahun 1879. Bangunan masjid diperluas pada tahun 1924 setelah Singapura mengalami perkembangan pesat di bidang perdagangan, budaya dan seni rupa Islam pada awal tahun 1900-an.

Masjid Sultan merupakan masjid pertama yang dibangun di Singapura. Masjid Sultan telah menjadi salah satu objek pariwisata di Singapura. Struktur awal masjid ini dibangun sekitar 1826 oleh masyarakat Jawa yang kebanyakan bekerja sebagai pedagang awal di Singapura. Mereka menjalankan aktivitas perdagangan dengan masyarakat Arab, Boyan dan Bugis sebelum kedatangan saudagar Tionghoa. Bangunan masjid itu menjadi tempat tinggal atau kawasan permukiman awal beberapa etnik masyarakat Indonesia.

Kemudian pada 1920-an ia dibangun kembali seperti sekarang. Dan kini ia telah direnovasi dan ditetapkan sebagai produk pariwisata Singapura. Nama aṣli jalan-jalan berdekatan masjid tersebut seperti Kandahar Street, Baghdad Street, Arab Street dan Buṣṣorah Street masih dipertahankan penggunaannya.

Sumber: Wikipedia, artikel “Masjid Sultan”; dikutip tanpa perubahan di bawah lisensi CC BY-SA 4.0. Baca selengkapnya di Wikipedia ↗ · CC BY-SA 4.0

Sumber
Terakhir diperbarui: 24 Oktober 2026 19 dilihat

Tambah ke daftar

Tambah foto

Foto ditambahkan setelah ditinjau editor.

Sarankan koreksi

Masjid Sultan